TOWIP

ANDA ADALAH APA YANG ANDA PIKIRKAN SAAT INI, SO BERPIKIR POSITIFLAH ! KEEP SEMANGAT !

Kenapa Harus Shalat ???

Ditulis oleh towip di/pada Oktober 23, 2008

Siang ini………….udara begitu panas, seakan-akan membakar ubun-ubunku :-( di sela-sela istirahat siang di kantor, kubayangkan betapa sejuknya kalau disaat panas terik gini ku minum minuman dingin yang menyegarkan (uaaaaaah suegeeeeeeeeer :-) )Panasnya jasmani bisa dihilangkan dengan seteguk minuman dingin, tapi bagaimana kalau panasnya ruhani?????
Panasnya hati?????

Bagaimana qita menyejukkan kembali hati yang lagi terbakar???? :-(
Panasnya ruhani hanya bisa disejukkan dengan mendekatkan diri kepada sang pemilik hati, pemilik alam raya ini, sehingga segala kegundahan, kegelisahan dapat qita adukan kepada-Nya.

Tidak terasa dari kejauhan terdengar sayup-sayup suara adzan, suara yang begitu mengguncah kalbu. Suara yang menyeru untuk segera mendekat pada-Nya. Suara panggilan untuk Shalat. Ya salah satunya dengan shalat, dapat qita sejukkan hati ini :-)

Sayangnya, shalat sering dipandang hanya dalam bentuk formal ritual, mulai dari takbir, ruku, sujud dan salam, sebuah gerakan fisik yang terkait erat dengan tatanan fiqih, tanpa ada muatan yang mendalam atau keinginan untuk memahami simbol-simbol atau hakikat yang terkandung di dalamnya.

Sebenarnya, dalam gerakan shalat terdapat symbol atau perlambang dari siklus kehidupan. Pada saat bertakbir, seakan-akan kita telah memasuki ruangan audiensi dengan yang maha Akbar. Pintu dunia telah terkunci, hiruk-pikuk yang menjejali kepala telah hilang, berganti dengan keterpesonaan jiwa yang menghadap penuh kepada-Nya (inni wajjahtu……..) Nilai kebesaran hanya pantas disandang Allah SWT, selain dari itu adalah kesesatan yang nyata sebagaimana diperlihatkan oleh setan (al-Baqarah: 34).

Setelah takbir, posisi tangan berada di atas dada dan ibu jari menekan urat nadi, seakan-akan memberikan isyarat bahwa hidup Kita hanya bermakna bila memiliki tujuan, yaitu perjumpaan dengan-Nya (al Kahfi: 110), dan pandangan mata menunduk melihat sajadah atau tanah, seakan-akan memberikan isyarat bahwa betapapun hidupmu, akhirnya kamu akan kembali ke tanah. Akhirnya pastilah setiap shalat diakhiri dengan salam, seakan-akan memberikan isyarat bahwa hidup haruslah berakhir dengan hati yang damai (qalbun salim) tidak lagi dibebani oelh persoalan duniawi.

Dalam hal gerakanya, kita pun melihat isyarat dari simbolsimbol yang terkandung dalam shalat, yaitu filsafat gerak. Ya! Gerak! Seorang pribadi muslim harus bergerak, harus dinamis, karena tidak selamanya hidup akan qiyam ”berdiri” perlambang kejayaan, suatu saat kita harus ruku (umur setengah baya) dan suatu saat harus bersujud (perlambang mulai uzur). Sebaliknya, ada shalat tanpa gerak yaitu shalat mayit. Ini seakan memberikan isyarat bahwa pribadi yang statis-tidak ada kreativitas gerak- sesungguhnya sedang berada dalam kematian. ”Static condition means death” (Toto Tasmara)

So bergerak lah!!!!
Bergerak!!!!
Negara dan Agama memerlukan kontribusimu!
Karena dalam gerak ada kehidupan :-)
Wallohu A’lam

iip_towip

Ditulis dalam iip_towip | 2 Komentar »

Ada apa dengan Cinta??

Ditulis oleh towip di/pada Oktober 7, 2008

Cinta……Cinta…….itulah kata-kata yang sering terucap dari seorang remaja. Cinta dilambangkan dengan hati dan warna merah jambu, ga tau kapan mulainya distandarkannya lambang ini :-)
yang jelas dengan cinta hidup ini terasa berwarna :-P tapi hati-hati cinta yang mana dulu? :-D
Ada sebuah kisah yang sangat menarik, tercatat dahulu ada seorang pemuda yang sangat soleh, namanya Idris. Pada suatu hari sepulang dari pengajian, dia berangkat menyusuri sebuah sungai, dia berhenti sejenak, duduk2 dipinggir sungai sampai melihat keindahan liukan air sungai yang mengalir. tiba-tiba dari kejauhan muncul sebuah benda yang hanyut terbawa arus sungai, ternyata sebuah apel yang masih segar, tanpa pikir panjang dia langsung mengambil dan melahap apel tersebut. Ketika makanan sudah dikerongkongan, dia terhenyak kaget, dia berpikir apel ini pasti ada pemiliknya, pemiliknya harus tahu dan harus mengikhlaskan apel tersebut. Karena kalau belum diikhlaskan, berarti makanan tesebut belum halal, maka tiada balasan untuk makananan yang subhat atau haram kecuali neraka :-(
Tanpa berpikir panjang, dia menyusuri sungai tersebut dan mencari pemilik apel tersebut. Singkat cerita, ketemulah dia dengan pemilik kebun apel tersebut. Si pemilik kebun yang tidak lain seorang ulama, takjub dan merasa bangga terhadap pemuda tersebut. Akhirnya ulama tersebut mau mengikhlaskan asal dengan syarat, pemuda tersebut mau mengabdi dengan waktu yang telah ditentukan. Akhirnya pemuda tersebut menyanggupi, asalkan makanan yang telah dia makan bisa halal. Singkat cerita, waktu yang telah ditentukan selesai, tapi pemilik kebun tersebut juga meminta agar pemuda tersebut menikahi anak gadisnya. Ulama tersebut bilang bahwa anak gadisnya buta, tuli dan bisu. Kira-kira Kita sebagai pemuda yang normal mau ga ditawarin gitu? :-)
Dengan berat hati, pemuda tersebut menyanggupi asalkan ulama tersebut bisa menghalalkan, karena saking takutnya dia memakan makanan yang tidak halal :-( Setelah tiba waktunya, pernikahan pun dilangsungkan. Subhanallah, Sungguh terkejut si pemuda tersebut, ternyata calon istrinya tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya. Dia tidak buta, bisu dan tuli bahkan terlihat sangat cantik. lalu apa maksud ulama tersebut????
Ulama tersebut menjelaskan, bisu maksudnya dia tidak pernah menggunakan mulutnya untuk menggunjing orang lain, dia buta maksudnya matanya tidak digunakan untuk melihat yang tidak halal dan tuli maksudnya pendengaranya tidak dia gunakan untuk mendengarkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Akhirnya dengan sukacita pemuda tersebut, sujud syukur berterima kasih kepada Allah yang telah memberikan karunia baginya:-) lalu apa karunia yang diperoleh?? buah dari pernikahan tersebut lahirlah seorang mujadid, seorang ulama besar yang 9 tahun sudah bisa menghafal alqur’an, ulama yang keluhuran ilmunya diakui oleh umat sejagat, dia lah Muhammad ibnu idris Assyafi’i atau yang dikenal dengan imam syafi’i, yang keluhuran ilmunya telah menuntun jutaan umat.
Sekarang kita tanya pada diri Kita, apakah qita bisa seperti Idris??
Apakah kita menginginkan putera-puteri hasil pernikahan kita sepeti Imam Syafi’i?? :-)
Terus apa yang perlu kita perbuat?
Bagaimana Kita bisa mengelola “CINTA” ini supaya bisa berakhir dengan kebahagiaan seperti kisah di atas? :-)
Sahabatku, selamat berjuang !
Berjuang mengelola cinta ini,
agar cinta menjadi ni’mat bukan menjadi laknat
walohu a’lam

Ditulis dalam iip_towip | 1 Komentar »

Untuk Apa Aku Hidup??

Ditulis oleh towip di/pada Oktober 7, 2008

p>Sahabatku, kehidupan di dunia ini penuh warna, datang dan berlalu begitu saja. malam berganti siang, siang berganti malam, keadaan terus berlalu sehingga kadang sering terbersit dalam hati ini “sebenarnya apa yang Kita cari di dunia ini”?? kekayaan? Jabatan??. aaaaaah semuanya hanya smentara :-)
Sebagai seorang Muslim, sebenarnya semua pertanyaan di atas telah terjawab. Allah telah berfirman jauh-jauh hari bahwa :”Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali beribadah (mengesakan ibadahnya) kepada-Ku, Aku tidak mengendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak mengendaki supaya mereka memberi makan pada-Ku, Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan Lagi Maha Sangat Kuat” (Adz Dzariat:56-58)”.
naaah semuanya jelaskan? :-)
Jadi esensi kita diciptakan ke dunia ini adalah untuk beribadah Jadi segala aktivitas yang kita lakukan harusnya semuanya diniatkan untuk ibadah kepada Allah sehingga waktu yang qita lalui, untuk bekerja, sekolah, kuliah, menjadi ibu rumah tangga niatkan semata-mata untuk ibadah kepada Allah, sehingga semuanya tidak ada kesia-siaan.
Bukankah Allah menciptakan qita penuh maksud? Hidup di dunia hanya sebentar, so mari kita gunakan hidup yang cuma sebentar ini agar bisa bermanfaat, sehingga kita bisa mencapai kehidupan yang lebih bahagia di kehidupan yang kekal kelak :-) walohu a’lam

Regards

Ditulis dalam iip_towip | Leave a Comment »